Pekanbaru – Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Riau mengerahkan helikopter water bombing untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Dumai.
Langkah ini dilakukan untuk mempercepat penanganan kebakaran yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Pemadaman dari Udara
Helikopter dikerahkan untuk menjatuhkan air di titik-titik api yang terdeteksi, terutama di area dengan vegetasi kering.
“Pemadaman dari udara dilakukan untuk menjangkau lokasi yang sulit diakses,” ujar perwakilan BPBD Riau.
Upaya ini dilakukan secara intensif guna mencegah api meluas.
Kondisi Lahan Kering Jadi Tantangan
Kondisi cuaca kering dan lahan gambut menjadi tantangan dalam proses pemadaman.
Api berpotensi menyebar dengan cepat jika tidak segera dikendalikan.
Selain pemadaman udara, petugas di darat juga melakukan upaya pemadaman dan pendinginan di lokasi terdampak.
Koordinasi Lintas Instansi
Penanganan karhutla melibatkan berbagai pihak, termasuk BPBD, TNI, Polri, dan instansi terkait lainnya.
Koordinasi dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan efektif dan terintegrasi.
Imbauan kepada Masyarakat
Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di musim kering.
Jika menemukan titik api, warga diminta segera melapor kepada petugas.
Upaya Cegah Karhutla Meluas
Pemerintah daerah terus meningkatkan upaya pencegahan dan penanganan karhutla guna meminimalkan dampak lingkungan dan kesehatan.
Dengan pengerahan helikopter bom air, diharapkan kebakaran di Dumai dapat segera dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lain.
