Polda Bali Prediksi Puncak Arus Balik Lebaran Terjadi dalam Dua Gelombang

Denpasar – Kepolisian Daerah (Polda) Bali memprediksi puncak arus balik Lebaran tahun ini akan terjadi dalam dua gelombang, seiring pola pergerakan masyarakat yang kembali ke daerah asal secara bertahap.

Prediksi tersebut disampaikan berdasarkan hasil pemantauan arus lalu lintas serta tren mobilitas pada periode libur Idul Fitri.

Dua Gelombang Arus Balik

Polda Bali memperkirakan gelombang pertama arus balik terjadi pada beberapa hari setelah Lebaran, sementara gelombang kedua diprediksi berlangsung menjelang berakhirnya masa libur panjang.

“Pergerakan masyarakat tidak terjadi dalam satu waktu, tetapi terbagi dalam dua gelombang,” ujar perwakilan Polda Bali.

Hal ini dipengaruhi oleh perbedaan jadwal cuti serta aktivitas masyarakat.

Volume Kendaraan Meningkat

Peningkatan volume kendaraan mulai terlihat di sejumlah jalur utama di Bali, terutama menuju pelabuhan dan bandara.

Kendaraan yang melintas didominasi oleh wisatawan domestik serta warga yang kembali ke daerah masing-masing.

Pengamanan dan Pengaturan Diperkuat

Untuk mengantisipasi kepadatan, Polda Bali bersama instansi terkait meningkatkan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di titik-titik rawan.

Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional, termasuk pengaturan arus kendaraan di jalur padat.

Petugas juga disiagakan untuk membantu kelancaran perjalanan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Imbauan kepada Masyarakat

Polda Bali mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan menghindari waktu puncak arus balik.

Pengendara juga diminta untuk mematuhi aturan lalu lintas dan memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan.

Antisipasi Kelancaran Arus Balik

Polda Bali terus melakukan pemantauan terhadap pergerakan kendaraan guna memastikan arus balik berjalan lancar.

Dengan kesiapan pengamanan dan kesadaran masyarakat, diharapkan arus balik Lebaran di Bali dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman.